Solusi kemandirian komunal dalam pengolahan air bersih dan air minum berbasis desa.
Masyarakat saat ini terjebak dalam ketergantungan air minum galon pabrikan. Meskipun dianggap praktis, model ini menguras porsi ekonomi rumah tangga secara masif untuk sesuatu yang sebenarnya tersedia di tanah kita sendiri.
Biaya air minum kemasan terus meningkat, sementara kualitas air publik (PDAM) seringkali belum mencapai standar layak minum tanpa diolah kembali.
Banyak desa memiliki mata air dan air tanah yang melimpah, namun hanya dibiarkan mengalir tanpa nilai tambah ekonomi bagi warga setempat.
Swatirta mengubah paradigma dari "konsumen" menjadi "pemilik". Dengan teknologi pengolahan yang tepat, air baku lokal dapat diolah menjadi produk premium yang menghidupkan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih atau BUMDES.
Kami menghadirkan infrastruktur hulu-ke-hilir agar pengelolaan air komunal memiliki standar kualitas yang tidak kalah dengan pabrik multinasional.
Unit pengolahan air standar industri dengan sistem distribusi terintegrasi langsung ke rumah warga.
Sistem pencatatan transaksi dan pengantaran menggunakan aplikasi untuk transparansi keuangan koperasi.
Maintenance berkala dan uji laboratorium rutin untuk memastikan setiap tetes air aman dikonsumsi.
Keuntungan dari pengelolaan Swatirta tidak lari ke luar wilayah. Uang yang dibayarkan warga untuk air, kembali ke warga melalui Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi dan pembangunan fasilitas desa.
Setiap transaksi menyisihkan dana CSR untuk penanaman pohon dan perlindungan daerah tangkapan air secara sistematis.
Swatirta bukan sekadar bisnis, tapi gerakan pelestarian. Kami memastikan ketersediaan air tanah tetap terjaga bagi generasi mendatang melalui sistem konservasi yang terintegrasi langsung dalam model operasional usaha.
Isi formulir di samping untuk menerima dokumen lengkap analisis kelayakan ekonomi dan teknis Swatirta dalam format PDF.
Dokumen meliputi: